Saturday, September 06, 2014

Perjalanan yang Mengubah (Tukang 'Pidi' Naik Haji)


Pada musim Haji 2013 lalu aku dapet kesempatan untuk menunaikan ibadah haji sekaligus liputan. Ini tugas dari kantorku, MetroTV.

Alhamdulillah...

Kenapa baru ditulis sekarang bukan karena males, tapi karena takut muncul unsur-unsur sombong dan hal-hal nggak baik lainnya kalau aku tulis pada saat baru pulang. Ketika efuforia di hati masih sangat menggebu. Harapannya sih setelah ada jeda waktu kejadian dengan waktu penulisan, aku akan lebih bisa menggambarkan perjalanan yang luar biasa itu secara lebih jernih. Emang segitunya banget? Iya...menurut aku. Jujur perjalanan ini mengubah banyak hal.

Beberapa bulan sebelum musim haji, aku dapat telpon dari kantor. Perintahnya, aku disuruh menyusun dan mempresentasikan rencana liputan haji. Berita yang mengagetkan sekaligus menggembirakan. Disaat orang Indonesia lainnya harus antri bertahun-tahun (11 tahun?) untuk dapat menunaikan ibadah ini, tiba-tiba aku mendapat kesempatan yang tak terduga. Memang masih belum pasti terpilih untuk berangkat karena masih harus diseleksi, tapi tetap suatu hal yang sangat aku syukuri. Bagaimana tidak, aku tahulah tentang kadar keimananku sendiri. Naik turun nggak jelas hehehe...Jadi turut diseleksi saja udah sesuatu banget. Selain itu aku adalah seorang TV Program Director/Sutradara Acara TV, bukan cameraperson ataupun reporter. Sementara tugasnya adalah Liputan Haji, jadi liputan sekaligus menunaikan ibadah haji. Untuk tugas ini aku akan bertindak sebagai cameraperson.

Selanjutnya, dihari yang ditentukan untuk presentasi, aku terkena diare yang hebat. 4 hari yang menguras perut. Lewatlah kesempatan untuk presentasi. Untungnya masih diberi kesempatan mengirimkan rencana liputan lewat email.

Sampai berbulan-bulan kemudian tidak ada kabar tentang seleksiku. Sepertinya tidak berhasil. Team-team yang mau berangkatpun sudah terbentuk dan tidak ada namaku disitu. Ya udah, sebuah pengalaman yang menakjubkan. Begitu kesimpulanku. Tak tahu aku bahwa akan ada pengalaman yang lebih besar artinya buat hidupku menanti di depan.

Menurutku waktu itu, mimpi naik haji tahun itu sudah lewat.Bapak menyarankan untuk mulai daftar tabungan haji, biar antriannya nggak tambah jauh. Aku dan istriku sepakat untuk niat menabung. Baru niat, belum mampu hehehe...

Tak disangka, dua mingguan sebelum jadwal kloter ke tanah suci berakhir, tiba-tiba dapat telpon dari kantor untuk mengumpulkan paspor besok pagi untuk diproses. Infonya, MetroTV mendapat 2 undangan dari Ministry of Culture and Information Kingdom of Saudi Arabia dan kantor menunjukku dan pak Khudori, pengelola web metrotvnews.com, untuk berangkat. Team yang unik hehehe...satunya dari website dan satunya program director...seru nih. Makanya ada yang iseng kasih julukan Tukang 'Pidi' Naik Haji :) (‘Pidi’ adalah lafal melayu untuk menyebut seorang PD/Program Director).

Sebagai gambaran, mendapat undangan dari pemerintah Arab Saudi untuk liputan haji serasa mendapat ijin all acces ketika liputan konser. Bisa ke backstage dan tahu kesibukan dibalik layar. Sebuah anugerah yang luar biasa.

Alhamdulillah, dari perjalanan tugas sekaligus ibadah ini, aku merasa Allah tunjukkan banyak hal yang luar biasa, beri pengalaman dan sesuatu yang sebelumnya cuma mimpi. Detailnya gak usah dipublikasikan lah, tapi kalau ada keluarga,sodara dan sahabat yang mau tau lengkapnya, insyaallah aku siap berbagi cerita. Satu hal yang pasti, perasaan dominan yang muncul adalah MALU luar biasa kepada Allah SWT. Kadang salah sangka dengan rencana-Nya yang pasti lebih tepat dibanding dengan apa yang kita inginkan. Yakin, Allah Maha Kuasa. Aku tinggal berdoa dan berusaha....

Untuk team Liputan Haji MetroTV 2014, selamat bertugas dan beribadah..Semoga Mabrur...Aamiin...

[Terima kasih yang sebesar-besarnya buat MetroTV khususnya buat seluruh Team Special Event Liputan Haji 2013, terima kasih untuk Boss saya yang baik hati Mas Bambang Hamid Sujatmoko (Mas Abenk) dan Bu Eva Julianti yang telah memberikan kepercayaan, Kennis ‘Niken’ Artha Dewinta dan Finy Auliany atas supportnya, Team Liputan Haji 2013 yang bertugas ke tanah suci (Pak Khudori, Mbak Asvin, Teh Nita, Mas Edi Ginting, Arief, Mas Eriawan, Aries Fadillah), temen2 Sekred MetroTV, Mbak Sri, temen2 Camstore, IT, Ali IT, team Editor, Redaksi, sahabat2 PD dan crew studio, sodara seperjalanan Fedly Averous Bey dan Mas Teguh Prihantoro SCTV,Kedutaan Arab Saudi Jakarta, Ministry of Culture and Information KSA dan semua rekan-rekan yang membantu dan mendoakan...maaf kalau tidak dapat menyebutkanya satu persatu...matur nuwun...thank you...semoga mendapat berkah dari dari Allah SWT]

[Tulisan ini sebagai apresiasi dan ungkapan terima kasih saya kepada MetroTV yang telah menggemblengku dan membentukku ke posisi saat ini...Terima kasih atas 10 tahun yang luar biasa...Semoga di masa yang akan datang ada kesempatan untuk bekerjasama lagi]

Friday, November 22, 2013

Travelling Keluarga (part 3)



The Gisan Atmodjos
 Day 2

Hari kedua targetnya gak muluk-muluk. Ngabisin waktu seharian di Universal Studios Singapura. Mainannya OK sih tapi sebenarnya Dufan juga sudah cukup OK untuk amusement park macam gini. Tapi dibanding Disneyland California sih...ya gitu deh. Tapi demi anak-anak kita seru-seruan aja. Hujan pula. Wedheh...bayi kami juga kena hujan dikit. Alhamdulillah nggak sakit setelahnya.


Musholla di USS (samping Galactica)
Sebelum berangkat dibilangin temen-temen kalau di USS susah nyari mushola. Agak bingung juga nih. Alhamdulillah ketemu mushola deket roller coaster Galactica. Perhatiin aja petanya, ada kok musholanya. Kecil sih, tapi bersih dan terawat.

Keluar USS udah sore, nyari makan yang ada nasi lemak lagi...nasi lemak lagi. Soalnya di foodcourt deket pintu masuk USS menunya yang halal terbatas. Kita nikmati aja. Tapi teh tariknya tetep mantep banget.

 Oh ya, kami ke Singapura pas Imlek, jadi agak sepi kemana-mana. Termasuk di USS antrian ke wahana-wahana jadi nggak terlalu panjang.

Balik ke hotel udah malam pake shuttle bus gratisan yang ngelewatin hotel kami.

Great. Jalan-jalan serunya sukses.

Siap-siap buat petualangan selanjutnya ke Legoland Malaysia. Yuuhuuuuu....

Day 3

Menyeberang perbatasan
Diskusi tentang transportasi yang akan dipakai besok menjadi menu setiap balik ke hotel. Udah nanya-nanya jalur bis untuk membawa kami ke Legoland Malaysia, akhirnya diputuskan nyewa minibus aja. Bawa 13 orang di rombongan melintasi 4 kantor imigrasi dalam satu hari akan menjadi tantangan banget kalau harus naik bis umum. 4 kantor imigrasi karena pagi keluar dari Singapura harus lewat 1 kantor Imigrasi Singapura dan masuk Malaysia harus berurusan dengan 1 kantor Imigrasi Malaysia. Sore balik lagi dari Malaysia ke Singapura akan menjalani proses serupa. Lancar urusan melintasi perbatasan, asal bawa paspor dan ngantri aja.

Oh ya, minibus yang kami sewa adalah hasil kontak dengan Abang Zahid lagi. Ketika tidak menemukan cara mudah dengan menggunakan bis umum ke Legoland Malaysia, teringat tawaran Abang Zahid ketika nganter kami dari bandara ke hotel. Dia bilang minibusnya bisa disewa untuk melintas ke Malaysia. 400 dollar Singapura seharian dan mau ngantar kemana aja. Gw akhirnya telpon dia. Sayangnya minibusnya udah booked. Untungnya dia bisa atur temennya untuk nggantiin. Namanya Abang Saat. Orang melayu Singapura. Bapaknya orang Solo. Sip lah...Perkenalan dengan Abang Zahid di awal kedatangan emang berguna.Di akhir perjalanan, minibus yang kami pake dari hotel ke bandara pun atas rekomendasi dia. Drivernya baik juga, mau ngasih city tour sambil jalan ke Changi.

Balik lagi ke cerita tentang imigrasi. Sorry banget harus cerita, Kantor Imigrasi Singapura beda sama Kantor Imigrasi Malaysia. Tahulah mana yang lebih rapi hehehe

Untung ada Abang Saat. Dia helpful banget ngasih tau prosedur ngelewatin perbatasan. Paling nggak kami udah tau jalur mana yang harus kami ambil dan apa yang harus kami lakukan. Menghemat waktu banget.
Setelah urusan Imigrasi, secara resmi kami sudah berada di Malaysia. Target tur 3 negara Family’s Tour kami tercapai. Indonesia-Singapura-Malaysia.

Jalanannya lebar-lebar. Indonesia harus belajar dari tetangga-tetangga ini nih. Lancar sampai Legoland. Tiket Legoland udah beli lewat Abang Saat. Dapet diskon lumayan. Yang harusnya 140 ringgit jadi 110 ringgit.


Kami di drop di Legoland. Seru banget di sini, karena kami sekeluarga penggemar permainan Lego. Anak-anak mainnya nggak berhenti-berhenti. Di Legoland nyari Musholla lebih gampang daripada di USS. Paling nggak ada 2 Musholla di dalam Legoland. Musholla-nya gede dan lumayan bersih. Dibilang lumayan karena sebenarnya lebih bersih yang di USS heheh






Keluar dari Legoland sudah sore. Abang Saat sudah menunggu di depan lokasi. Ditawarin ke mall untuk belanja souvenir tapi kami sudah kecapekan. Akhirnya diputusin ke kotanya Johor Bahru untuk makan malam.

City tour dulu di Johor Bahru sambil menuju ke tempat makan. Sama Abang Saat dibawa ke Bon Village. Kayak foodcourt gitu. Menunya macam-macam, dari makanan melayu, India sampai Chinnesse food. Cocok nih. Pilihannya bisa macam-macam. Enak pula. Disini ketemu pekerja-pekerja restoran ini yang ternyata beberapa diantaranya orang Cirebon dan orang Jawa.

Selesai makan kami balik ke Singapura. Melintas perbatasan lagi dengan melewati 2 kantor Imigrasi.
Sampai di Singapura udah jam 20 an. Harusnya kalu diitung secara tepat sewa minibusnya sudah habis waktunya. Tapi karena Abang Saat baik, dia mau nganterin kami ke tempat Singa Muntah, The Merlion di Merlion Park. Biasa, poto-poto. Biar kelihatan orang Indonesia asli. Belum afdol ke Singapura kalau belum foto dengan latar belakang Singa Muntah :)


Sampai hotel malam banget. Packing karena besokannya harus pulang ke Jakarta.

Day 4

Penerbangan ke Jakarta siang. Jadi masih ada waktu untuk beli souvenir di Lucky Plaza. Gw nitip sama adikku aja. Abis sarapan mau santai aja di hotel sama anak-anak.

Siangnya dengan diantar teman Abang Zahid jalanlah kita ke bandara. Dia ajak keliling dulu ngelewatin Mustafa dan tempat orang Indonesia biasa berkumpul.

Sampai Jakarta sore.

Alhamdulillah semua lancar. Ada hikmahnya jalan-jalan seru tanpa agen travel. Kami jadi tambah kompak. Semua dipikirin bareng. Semua dijalanin bareng.


Menantikan Family’s Values Tour episode-episode selanjutnya :)

Travelling Keluarga (part 2)


 
Pre-Departure

Sehari sebelum berangkat ke Singapura, sibuk packing dan menunggu Ortu dan saudara-saudara yang datang dari luar Jakarta. Tantangan pertama muncul ketika adik bungsuku yang baru naik pesawat dari Surabaya kopornya dibobol maling. Sempet bikin bete... Entah di bandara atau di pesawat nih maling-maling kelas teri ini beraksi. Tapi alhamdulillah paspor ama tiket aman. Akhirnya aku dan adikku satunya lagi patungan untuk ganti duit yang hilang. Ditambahin pula sama Ortu, jadi utuh lagi duit dia & senyum lagi :)

Pagi banget bangun, mandi dan ke bandara ngejar pesawat jam 8 pagi. Semua OK sampai setelah check in. Antrian pintu imigrasi yang sebelumnya lengang, tiba-tiba penuh dengan rombongan umroh. Wadhoh...boarding time-nya udah mepet lagi...sempet deg-degan juga. Alhamdulillah nggak telat masuk pesawat meskipun petugasnya sudah berkali-kali final call untuk rombongan kami.

Kaos Family Values Tour
Family Values Tour pun dimulai. Istilah Family Values Tour merupakan plesetan dari nama tour band-band metal tahun 90an.

Imigrasi
Sampai Changi cuaca cerah. Terakhir transit di Changi tahun 2001. Udah lupa situasinya. Banyak baca papan pengumuman plus celingak celinguk. Ndeso banget deh kayaknya, gak kayak orang-orang Jakarta umumnya yang ke Singapur udah kayak bolak-balik ke kamar mandi J Anakku yg nomer dua nggak bisa diem ketika antri di counter imigrasi. Galak lagi petugasnya. “Hold your kid...hold your kid,” katanya. Yeee dari tadi jg udah gw pegangin. Kesan pertama yg nggak enak. Untung terhapus ketika ada petugas security yang nyamperin dan ngasih permen ke anak gw.

Setelah ambil bagasi nyari sarapan di lingkungan bandara situ. Nah, urusan menu aja bisa jadi masalah kalau gak tepat. Seleranya beda-beda,lha wong generasinya juga beda-beda. Bapak Ibuk perlu makanan yang rasanya gak jauh-jauh dari makanan Indonesia. Gw dan adik-adik bebas bisa makan apa aja. Bayiku perlu bubur :)

Akhirnya makan di Burger King. Lumayan buat sarapan yang kesiangan.

Sambil makan sambil mikir gimana caranya ke Hotel Orchard. Nggak pesan jemputan karena mahal. Naik bus harus ganti 2 kali. Taksi lah pilihannya. Pas nyari taksi, ketemu sama orang baik yang akan mewarnai petualangan kami selama di Singapura dan Malaysia. Namanya Abang Zahid. Driver Minibus. Sekilas gw ingat kalo orang ini tuh udah nawarin minibusnya ke kami ketika kami baru keluar dari pintu bandara. Sebelumnya kami tolak karena rencana awal mau naik taksi. Diitung-itung rombongan kami paling nggak perlu 4 taksi. Per taksi bisa abis 23 dollar Singapura. Minibus dia bisa ngangkut kami semua dengan tarif 60 dollar. Kami pilih naik minibus saja akhirnya.

Minibus
Minibusnya Hiace. Masih jarang di Indonesia. Nyaman dan bersih. Inget shuttle-shuttle di Perth dulu. Perjalanan lancar dan Abang Zahid tidak pelit bicara. Dia mau ngobrol dan bisa bahasa melayu.
Hotel

Akhirnya sampai hotel udah lewat jam 12 siang. Keren juga nih hotel. Namanya Orchard Hotel. Selera adikku yang paling kecil nih hehehe. Karena deket sama Imlek, dekorasi hotelnya full nuansa Imlek.

Day 1
Karena masih kecapekan, hari pertama cuma ke Lucky Plaza yang lumayan deket sama hotel tempat kami menginap. Karena gerimis kami naik taksi. Pas taksiku sopirnya jutek banget. Katanya muatannya kebanyakan. Dia nanya,”are you local?” Begitu gw jawab bukan, langsung dia ngoceh sepanjang perjalanan yang cuma 7 menitan itu. Ngomel-ngomel. Katanya orang Malaysia dan Indonesia sama saja. Gak mengindahkan peraturan. Polisinya bisa disogok kalo ketangkep. Gw minta maaf tp dalam hati jengkel juga. I mean, you can just tell me. Kalau muatannya kebanyakan, kami bisa bagi orangnya dengan naik taksi lainnya. Bawa-bawa nama negara lagi. Elo kira elo ngomong bahasa Inggris...halah bahasa gak jelas gitu. 

Untung gw bisa menahan diri. Gak mau bikin masalah di negara orang. Kesan jelek yang kedua setelah kejutekan petugas imigrasi.

Tapi friend ada yang aneh. Tiap kali gw membenci sesuatu, pasti  Tuhan kasih pembanding yang lain sehingga gw tidak jadi menarik kesimpulan yang salah akan suatu tempat, benda atau orang.

Balik dari Lucky Plaza, kami ketemu sopir taksi yang baik banget. Beda banget sama driver sebelumnya. Ketika anak keduaku yang lumayan aktif minta duduk di kursi sebelah pengemudi, gw kira sopirnya akan jutek kayak sopir sebelumnya. Ternyata enggak lho. Drivernya baik banget. Masangin seatbelt buat anak gw yang umurnya hampir 4 tahun dan ngajak ngobrol sedikit-sedikit. Malah pas bayar taksi karena gw gak punya pecahan kecil,  tarifnya dia buletin kebawah. Dia biarkan kami kurang 25 sen untuk ongkos taksinya. Istri gw baru cari-cari di dompet, dia bilang udahlah gak usah.

Wow, seru juga nih perjalanan. Baru hari pertama udah diperlihatkan pelajaran tentang sifat-sifat manusia. 2 sopir taksi dengan kepribadian yang seperti langit dan bumi. Buru-buru gw delete kesimpulan gw sebelumnya bahwa orang sini nyebelin. Ada yang nyebelin pasti ada yang baik.

Itulah serunya perjalanan, jangan kapok membuka diri untuk ketemu banyak orang dan jangan terlalu cepet menyimpulkan sesuatu sebelum ketemu banyak hal. (bersambung)